all about bali and culture
Jodoh Rejeki dan Kematian
Mimpi
Live the Life
Tahun Baru
Long way
Panggil saja saya Mawar.
Saya akan menceritakan sebuah perjalanan hidup saya hingga saya menemukan jati diri saya.
Aissss..... Jati diri wkwkwkwk
Okeee...
Kalian bisa ambil hikmahnya saja y
Halooo....
Panggil saja saya Mawar.
Saya akan menceritakan sebuah perjalanan hidup saya hingga saya menemukan jati diri saya.
Aissss..... Jati diri wkwkwkwk
Okeee...
Kalian bisa ambil hikmahnya saja yaaaa, mungkin hikmah baiknya gak akan banyak tapi ya sudah lahh ambil ambil aja.
Cerita ini saya mulai dari saya kecil.
Oke saya mulai ya
Saya Mawar, usia saya 5th dan saya anak pertama dari dua bersaudara, Saya tinggal bersama kedua orang tua saya dan adik laki laki saya. Saya terlahir dari keluarga bahagia dan kurang mampu dalam segi ekonomi, tapi saya bahagia.
Hidup saya susah, tapi untung uang jajan selalu ada untuk saya berangkat sekolah, walau saya tidak tahu ibu saya mendapatkannya dari berhutang ke tetangga, intinya ibu saya gak mau saya gak jajan seharian di sekolah.
Hidup saya berat dalam artian di waktu kecil untuk membeli sebuah mainan adalah hal yg begitu spesial bagi saya. Bahkan sampai mustahil karena keadaan. Karena kedua orang tua saya adalah seorang petani. Harapan selalu terselip saudara saya yg tinggal di Denpasar membawakannya yg bekas dan sudah tidak terpakai. Hanya itu harapan saya ketika hari raya tiba.
Anggapan remeh dari saudara pun sudah sering saya Terima karena setiap hari raya saya menunggu baju bekas dan mainan bekas dari saudara yg tinggal di Ibu Kota. Pengertian baju baru di masa kecil saya adalah baju bekas yg baru di dapat dari saudara, bukan baju yg baru di beli.
Semua hal mulai berubah ketika Ayah saya memutuskan untuk merantau jauh. Beliau bilang mau pergi bekerja ke Denpasar. Sangat senang hingga akhirnya saya tau Ayah saya sebenarnya bekerja menjadi TKI di Australia.
Hidup terasa tambah berat lagi yg saya rasa pada saat itu. Karna modal awal di dapat dengan meminjam uang di BANK. Hingga ibu saya mulai mengajari saya hidup hemat karna berselang beberapa bulan tentu Ayah saya belum berpenghasilan, hingga saya membantu Ibu mencari pisang dan daun pisang untuk di jual. Untung dekat rumah saya ada kebun kecil yg bisa di manfaatkan hasilnya untuk bertahan hidup.
Banyak hal sudah saya lalui di rumah terasa begitu berat tanpa kehadiran seorang Ayah. Waktu pun berjalan begitu cepat hingga hutang itu lunas dan keluarga saya memulai untuk berbisnis. Bisnis keluarga saya pertama adalah Ternak Babi. Di sini saya dan Ibu saya memulai berternak babi dan saya kadang ikut membantu membersihkan kandang bahkan sampai memberi pakan. Udah biasa susah sejak dini awowkwokwokwok. Seiring berjalan waktu saya dan Ibu hanya bermodal tekun memperluas kandang menambah petak menjadi beberapa petak.
Waktu berjalan begitu cepat hingga saya memasuki dunia remaja. Keadaan ekonomi keluarga saya pun berubah hingga kami sekeluarga hidup berkecukupan, semua kebutuhan terpenuhi hingga saya khilaf dan menjadi anak nakal. Wkwkwkwk nakal. Nakal menurut saya mungkin tidak untuk orang lain. Hahaaaa
Saya mulai mengenal banyak teman yg sudah dewasa, pergaulan pun mulai luas dan saya mengenal rokok dan alcohol. Hidup di dalam zona merah dan penuh tangtangan membuat saya lupa diri dan agak sombong. Wkwkwkwkwk
Pergi kemana mana dengan isi dompet selalu gemuk membuat saya sangat menikmatinya hingga saya lupa diri, hobi mencuri uang Ibu dan suka berbohong ke Ayah agak di kirim uang.
Waktu berjalan hingga saya menginjak kelulusan SMA dan Ayah pulang dari rantau.
Hari pertama bertemu Ayah dan anggota keluarga kami lengkap membuat saya sangat senang. Waktu yg singkat hingga keadaan keuangan keluarga mulai turun. Karena Ayah sudah kembali ke pekerjaan lamanya menjadi petani. Ini hari pertama saya meminta uang untuk membeli sesuatu dan Ayah saya mengatakan tidak punya uang.
Di sini saya sadar roda itu berputar, tidak akan selamanya kita berada di titik atas dan kadang kita jg akan kembali berada di titik bawah atau titik samping menengah.
Banyak pelajaran yg sudah saya peroleh dari setengah kehidupan yg sudah saya lalui dan kini waktunya saya yg mengangkat keadaan ekonomi keluarga dan membiarkan kedua orang tua saya hidup santai.
Ini sedikit pengalaman yg menurut saya sangat berarti. Menurut saya mungkin untuk kalian tidak. Wkwkwkwkw
Sedikit berbagi pengalaman semoga kalian bisa mengambil sedikit hikmah yg berharga.
Sekian... Ciao bellooooo
Mati Suri 3 x
Perkenalkan nama saya Made...
Saya anak kedua dari tiga bersaudara, anak dari seorang buruh tani serabutan. Ayah seorang buruh tani dan ibu juga bekerja sebagai buruh tani. Hanya merawat sawah orang lain dan di bayar harian.
Hidup susah sudah biasa sejak kecil karena memang dari keluarga susah.
Cerita ini saya mulai dari saya kecil. Saya lahir di tahun 80 an dan usia Saya sekarang sudah di atas 30 tahun.
Saya kecil di ceritakan ibu saya adalah anak yg kurus sakit sakitan dan berperilaku aneh, begitu kata ibu saya.
Dan tentu saya pun merasakan itu karena usia saya sudah 5 tahunan dan sudah mampu mengingat apapun yg terjadi pada saat itu.
Jadi pada saat itu saya itu aneh. Ya memang aneh sih wkwkwkwkwk
Saya tidak berteman dengan siapapun, kecuali mahluk astral yg memang kalian tidak bisa lihat. Saya bisa berbicara melihat dan bermain bersama mereka. Aneh kan??? Ya memang aneh karena ibu saya sering melihat saya ngomong sendiri. Saya selalu bermain dengan teman teman tak kasat mata saya setiap hari. Bahkan setiap waktu malam sekalipun saya sering berpura pura pipis malam hanya untuk menemui teman saya itu, saya tidak akan ceritakan sosok teman saya seperti apa. Karena itu rahasia pribadi saya heheheheheh.
Saya di bilang aneh oleh tetangga ya karna itu, saya suka berbicara sendiri dan bermain sendiri. Kalau di jaman ini mungkin bisa di bilang viral.
Saat itu sore hari saya sempat bermain sampai larut dan hingga lelah sekali dan ketika akan kembali pulang teman saya berjanji untuk menjemput saya pagi pagi sekali. Dan akhirnya saya pulang mandi dan segera tidur.
Keesokan harinya saya merasa bangun sangat pagi sekali dan bermain ke tempat yg sangat luas sekali seperti lapangan sepak bola namun tak berujung. Saya tidak melihat ujung pangkal lapangan sepak bola itu. Saya hanya berjalan dengan fikiran kosong hanya melangkah sendirian hingga saya lelah dan kembali terbangun dan mendapati saya di gendong oleh ibu saya yg sedang menangis. Saya heran kenapa ibu saya dan keluarga di sekeliling menangis. Dan ibu saya bilang bahwa tadi saya mati dan hidup lagi. Saya tidak percaya dan menghiraukan semua itu karna yg saya rasakan hanya bermimpi. Dan saat itu saya langsung kembali menemui teman saya dan bermain bersama seperti biasa.
Hingga kejadian itu terulang kembali saya bermimpi di lapangan kosong dan tak berujung itu lagi namun sedikit berbeda. Karna yg kedua ini lebih singkat dan hingga saya bangun lagi dan melihat ibu saya memeluk saya dan berkata "syukur nak kamu kembali hidup" Dan saya hanya bengong mendapati perkataan ibu saya seperti itu lagi. Saya tidak pernah menghiraukannya dan tetap kembali bermain.
Hari demi hari minggu demi minggu kejadian ini terlulang kembali saya seperti bermimpi sedang berjalan di jalan yg lurus dan tidak ada siapapun kecuali saya sendiri. Jalan itu jauh sekali panjang berkilo kilometer namun yg aneh saya tidak lelah dalam perjalanan. Dalam perjalanan saya hanya kosong dan hanya terus berjalan saja tanpa berfikir ini jalan apa. Yg saya lakukan hanya berjalan saja hingga saya melihat pembatas tinggi besar seperti gunung lima jari Sun Go Kong. Di situ saya bertemu penjaga yg tidak akan saya ceritakan seperti apa wujudnya, beliau bertanya mengapa Anda kemari??? Ini bukan waktu anda kesini dan silakan Anda kembali. Di perjalanan kembali saya melihat penggorengan besar di isi air mendidih dan terdapat manusia yg sedang di rebus di dalam penggorengan itu dan berteriak meronta ronta minta tolong. Hal itu seketika sepintas saya lihat dan saya kembali terbangun dan sudah berada di gendongan ibu saya sambil menangis melihat saya terbangun. Ternyata saya sudah mati sekitar 3 jam lamanya. Saya pun heran dan kali ini saya percaya karena tetangga banyak yg datang untuk melayat. Hal ini tentunya percaya tidak percaya tp untuk kalian boleh percaya boleh juga tidak. Tapi inilah yg terjadi di dalam kehidupan saya.
Hal ini pun membuat saya terkenal dan banyak orang menanyakan nomer togel ke saya karena saya pernah mati suri sebanyak tiga kali. Saya tidak bisa menebak nomer namun di saat ada yg bertanya teman saya memberikan kode seperti benda benda yg ada di buku pilihan nomer togel. Tentu ketika mereka bertanya nomer togel saya hanya menjawab dengan benda yg di beri tahu oleh teman saya. Ternyata tebakan itu benar dan semakin hari saya semakin di kenal warga, banyak warga yg berdatangan meminta nomer togel ke rumah saya. Seketika saya di kenal dukun togel wkwkwkwkwk. Jadi setiap saya berhasil menebak nomer togel warga yg mendapatkan uang dari togel selalu memberi saya uang yg nominalnya lumayan besar. Hingga kami sekeluarga berkecukupan bahkan bisa di bilang menjadi kaya. Uang tabungan, emas emas dan baju baju mahal pun saya miliki dengan sangat mudah. Kehidupan berubah drastis hingga apapun yg saya dan keluarga inginkan selalu terpenuhi.
Hal pun berubah sedikit demi sedikit teman saya pun menghilang dan saya bingung, knapa mereka menghilang. Saya tidak tahu hanya bingung saja karena saya merasa tidak melakukan apapun. Hingga kehidupan kembali normal saya bergaul dengan teman seusia saya dan saya tidak bisa menebak nomer togel lagi. Dan keadaan ekonomi kembali normal semua barang barang yg sudah terbeli dengan uang hasil pemberian tetangga pun di jual untuk membiayai lahiran adik ketiga saya dan biaya hal hal lain. Semua seketika habis dan semua pun kembali seperti semula.
Pesan tetuah memang benar adanya "hal yg dengan mudah kau dapat akan dengan mudannya menghilang hingga kau takan sadar kehilangannya". Seketika setelah kejadian itu saya dan keluarga kembali hidup biasa seperti dulu tanpa ada perubahan sedikitpun karena semua sudah kembali ke Yang Maha Kuasa.
Terimakasih dan I will be back dengan cerita cerita yg di ceritakan orang lain hehehehehe
Ciao bellooooo.......
Hey i am back
Halooo panggil saja saya jack
Saya akan menceritakan pengalaman pengalaman yang pernah saya alami dan rasakan :)
Sejarah Singkat Gerakan 30 September 1965 / PKI
Sejarah Singkat Gerakan 30 September 1965 / PKI
Gerakan ini bertujuan untuk menggulingkan Soekarno dan mengubah Indonesia menjadi komunis. Gerakan ini diprakarsai oleh Dipa Nusantara Aidit yang merupakan ketua dari PKI saat itu. DN. Aidit saat itu melancarkan hasutan-hasutan kepada rakyat Indonesia untuk mendukung PKI menjadikan Indonesia sebagai "negara yang lebih maju". DN Aidit dinyatakan sebagai dalang dari G30S/PKI oleh Pemerintah Republik Indonesia pada masa Presiden Soeharto.
Gerakan ini bergerak atas perintah Letnan Kolonel Untung Syamsuri yang saat itu adalah Komandan Batalyon I Cakrabirawa. Gerakan ini meluncur di Jakarta dan Yogyakarta dimana gerakan ini mengincar para Dewan Jendral dan perwira tinggi. Gerakan di Jakarta sebenarnya bermaksud untuk menculik para jendral dan membawanya ke Lubang Buaya. namun, beberapa prajurit Cakrabirawa ada yang memutuskan untuk membunuh beberapa jendral di tempat dia diculik. yaitu diantaranya Ahmad Yani dan Karel Satsuit Tubun. dan sisanya meninggal secara perlahan karena luka mereka di Lubang Buaya. dan mereka yang meninggal saat gerakan ini adalah:
- Letnan Jendral Anumerta Ahmad Yani (Meninggal di rumahnya di Jakarta Pusat. sekarang rumahnya menjadi Museum Sasmita Loka Ahmad Yani)
- Mayor Jendral Raden Soeprapto
- Mayor Jendral Mas Tirtodarmo Haryono
- Mayor Jendral Siswondo Parman
- Brigadir Jendral Donald Isaac Panjaitan
- Brigadir Jendral Sutoyo Siswodiharjo
- Brigadir Polisi Ketua Karel Satsuit Tubun (Meninggal di rumahnya)
- Kolonel Katamso Darmokusumo (Korban G30S/PKI di Yogyakarta)
- Letnan Kolonel Sugiyono Mangunwiyoto (Korban G30S/PKI di Yogyakarta)
- Kapten Lettu Pierre Andreas Tendean (Meninggal di kediaman Jendral Abdul Haris Nasution)
- Ade Irma Suryani Nasution (Putri Abdul Haris Nasution yang meninggal di kejadian ini)
Penjelasa Tentang Kematian Menurut Agama Hindu Bali
Kewajiban Suami Kepada Istri Menurut Hindu Bali
Salah satu bagian dari Catur Asrama adalah masa Grahasta, yang sering disebut dengan masa berkeluarga. langkah awal dalam membangun keluarga adalah kawin.
- Kepada Hyang Widhi beserta manifestasi-Nya (dewa yadnya)
- Kepada orang suci (Rsi Yadnya)
- Kepada orang tua, leluhur/guru rupaka (Pitra Yadna).
- Kepada sesama manusia (Manusa Yadnya).
- Kepada Alam semesta (Bhuta yadnya).
Mameyam astu posyaa, mahyam tvaadaad brhaspatih, mayaa patyaa prajaavati, sam jiiva saradah satam (Atharvaveda XIV.1.52)
“Engkau istriku, yang dianugrahkan Hyang Widhi kepadaku, aku akan mendukung dan melindungimu. Semoga engkau hidup berbahagia bersamaku dan anak keturunan kita sepanjang masa”.
“Wahai mempelai laki-laki, lakukanlah yadnya(pengorbanan suci) yang akan mengantarkan keluargamu mencapai kebahagiaan dan perkawinan yang penuh rahmat. Senantiasa berbaktilah kepada Hyang Widhi, berikanlah kegembiraan kepada semua makhluk.” (Yajur Weda VIII,4)
- Sarirakrt artinya, mengupayakan kesehatan jasmani anak-anaknya.
- Prana data, membangun jiwa anak-anaknya.
- Anna data, artinya: memberikan makan.
- Memberikan perlindungan pada istri dan anak (patti).
- Bhastri, artinya seorang suami berkewajiban menjamin kesejahteraan istri dan anak-anaknya.
- Matuluning urip rikalaning baya artinya: menyelamatkan keluarga pada saat bahaya.
- Nitya maweh bhinoajana artinya: selalu mengusahakan makanan yang sehat.
- Mangupadyaya artinya: memberikan ilmu pengetahuan kepada anak-anaknya.
- Sira sang angaskara kita artinya: yang menyucikan diri kita
- Sang ametwaken artinya: suami sebagai penyebab kelahiran bagi anak-anaknya.
Pitaraksati kaumare, bharta raksati yauwane, raksanti sthavire putra na, srti swatantryam arhati
Selagi masih kecil seorang ayahlah yang melindungi, dan setelah dewasa suaminyalah yang melindunginya dan setelah ia tua putranyalah yang melindungi, wanita tidak pernah layak bebas (harus selalu dilindungi).
- Wajib melindungi istri dan anak-anaknya serta memperlakukan istri dengan wajar dan hormat. Wajib memelihara kesucian hubungannya dengan saling mempercayai sehingga terjamin kerukunan dan keharmonisan rumah tangga.
- Suami wajib menggauli istrinya dan mengusahakan agar antara mereka sama-sama menjamin kesucian keturunannya serta menjauhkan diri dari hal-hal yang mengakibatkan perceraian.
- Suami hendaknya menyerahkan harta kekayaan dan menugaskan istrinya untuk mengurus artha rumah tangga, urusan dapur, yadnya serta ekonomi keluarga.
- Bila harus dinas keluar daerah, suami berusaha menjamin istrinya untuk memberikan nafkah.
- Suami hendaknya selalu merasa puas dan bahagia bersama istrinya karena akan terpelihara kelangsungannya.
- Suami wajib menjalankan dharma grhastin, dharma keluarga (kula dharma), dhama dalam bermasyarakat (vansa dharma).
- Suami berkewajiban melaksanakan sraddha, pitrapuja (pemujaan kepada luluhur) memelihara cucunya serta melaksanakan panca yadnya.
Aninditaih Stri WiwahairNinditairnindita Nrrnam
Anindya Bhawati Praj
Tasmannindyan Wiwarjayet (Manawa Dharmasastra III.42) Dari perkawinan terpuji akan lahirlah putra-putri yang terpuji; dan dari perkawinan tercela lahir keturunan tercela; karena itu hendaklah dihindari bentuk-bentuk perkawinan tercela.
2.
Rtu KalabhigamisyatHendaknya suami menggauli istrinya dalam waktu-waktu tertentu dan selalu merasa puas dengan istrinya seorang, ia juga boleh dengan maksud menyenangkan hati istrinya mendekatinya untuk mengadakan hubungan badan pada hari apa saja kecuali hari Parwani.
Swadaraniratah Sada
Parwawarjam Wrajeccainam
Tad Wrato Rati Kamyaya (Manawa Dharmasastra III.45)
3.
Pitrbhir BhratrbhisWanita harus dihormati dan disayangi oleh ayah-ibu dan mertuanya, kakak-kaknya, adik-adiknya, suami dan ipar-iparnya yang menghendaki kesejahteraan sendiri.
Caitah Patibhir Dewaraistatha
Pujya Bhusayita Wyasca
Bahu Kalyanmipsubhih (Manawa Dharmasastra III.55)
4.
Yatra Naryastu PujyanteDi mana wanita dihormati disanalah para Dewa-Dewa merasa senang, tetapi dimana mereka tidak dihormati tidak ada upacara suci apapun yang akan berpahala.
Ramante Tatra Dewatah
Yatraitastu Na Pujyante
Sarwastatraphalah Kriyah (Manawa Dharmasastra III.56)
5.
Socanti Jamayo YatraDi mana warga wanitanya hidup dalam kesedihan, keluarga itu cepat akan hancur, tetapi dimana wanita itu tidak menderita, keluarga itu akan selalu bahagia.
Winasyatyacu Tatkulam
Na Socanti Tu Yatraita
Wardhate Taddhi Sarwada (Manawa Dharmasastra III.57)
6.
Jamayo Yani GehaniRumah di mana wanitanya tidak dihormati sewajarnya mengucapkan kata-kata kutukan, keluarga itu akan hancur seluruhnya seolah-olah dihancurkan oleh kekuatan gaib.
Capantya Patri Pujitah
Tani Krtyahatanewa
Winasyanti Samantatah (Manawa Dharmasastra III.58)
7.
Tasmadetah Sada PujyaOleh karena itu orang yang ingin sejahtera harus selalu menghormati wanita pada hari-hari raya dengan memberi hadiah perhiasan, pakaian dan makanan.
Bhusanaccha Dana Sanaih
Bhuti Kamairnarair Nityam
Satkaresutsa Wesu Ca (Manawa Dharmasastra III.59)
8.
Samtusto Bharyaya BhartaPada keluarga dimana suami berbahagia dengan istrinya dan demikian pula sang istri terhadap suaminya, kebahagiaan pasti akan kekal.
Bhartra Tathaiwa Ca
Yasminnewa Kule Nityam
Kalyanam Tatra Wai Dhruwam (Manawa Dharmasastra III.60)
Sang alaki rabi sane saling asih kawiyaktian nyane sampun ngemanggihin kerahayuan
9.
Yadi Hi Stri Na RocetaKalau istri tidak mempunyai wajah berseri, ia tidak akan menarik suaminya, tetapi jika sang istri tidak tertarik pada suaminya tidak akan ada anak yang lahir.
Pumamsam Na Pramodayet
Apramodat Punah Pumsah
Prajanam Na Prawartate (Manawa Dharmasastra III.61)
Yening stri tan setata nyemita, tan kengin sang meraga lanang sih asih ring stri, taler yening stri sekadi inucap, punika sane ngawinang sang alaki rabi tan presida ngawentenang sentana
10.
Striya Tu RocamanayamJika sang istri selalu berwajah berseri-seri seluruh rumah akan kelihatan bercahaya, tetapi jika ia tidak berwajah demikian semuanya akan kelihatan suram.
Sarwam Tadrocate Kulam
Tasyam Twarocamanayam
Sarwamewa Na Rocate (Manawa Dharmasastra III.62)
11.
Kuwiwahaih Kriya LopairDengan perkawinan secara rendah yaitu dengan mengabaikan upacara pemujaan, dengan mengabaikan pelajaran Weda dan dengan tingkah laku yang tidak hormat kepada Sulinggih, keluarga-keluarga besarpun akan berantakan.
Wedanadhyayanena Ca
Kulanya Kulam Tamyanti
Brahmanati Kramena Ca (Manawa Dharmasastra III.63)
12.
Mantratastu SamrddhaniTetapi keluarga-keluarga yang kaya dalam pengetahuan Weda walaupun mempunyai kekayaan sedikit mereka dapat dimasukkan dalam golongan keluarga yang mulia serta mendapatkan kemakmuran.
Kulanyalpa Dhananyapi
Kulasamkhyam Ca Gachanti
Karsanti Ca Mahadyacah (Manawa Dharmasastra III.66)
13.
Swadhyaye NityayuktahHendaknya setiap orang yang menjadi kepala rumah tangga setiap harinya menghaturkan mantra-mantra suci Weda (Puja Trisandya) dan juga melakukan upacara pada para Dewa karena ia yang rajin dalam melakukan upacara yadnya pada hakekatnya membantu kehidupan ciptaan Hyang Widhi yang bergerak (mahluk hidup) maupun yang tidak bergerak (alam semesta).
Syaddaiwe Caiweha Karmani
Daiwakarmani Yukto Hi
Bibhartimdam Caracaram (Manawa Dharmasastra III.75)
Demikian sekilas tentang Kewajiban Suami – Grahasta Asrama, semoga bermanfaat.
Upacara Tiga Bulanan dan Otonan
1) ayah dan ibu bayi mebeakala dengan tujuan menghilangkan cuntaka karena melahirkan.
2) Nyama bajang dan kandapat “diundang” untuk dihaturi sesajen sebagai ucapan terima kasih karena telah merawat bayi sejak dalam kandungan sampai lahir dengan selamat. Tattwa yang sebenarnya adalah syukuran kehadapan Hyang Widhi atas kelahiran bayi.
3) Si Bayi natab banten bajang colong artinya menerima lungsuran (prasadam) dari “kakaknya” yaitu kandapat (plasenta : ari-ari, getih, lamas, yeh-nyom)
4) si Bayi “mepetik” (potong rambut, terus digundul, menghilangkan rambut “kotor” yang dibawa sejak lahir).
5) Si Bayi “mapag rare” (disambut kelahirannya) di Sanggah pamerajan, memberi nama, dan menginjakkan kaki pertama kali di tanah didepan Kemulan.
6) Si Bayi menerima lungsuran (prasadam) Hyang Kumara yaitu manifestasi Hyang Widhi yang menjaga bayi.
7) Si Bayi “mejaya-jaya” dari Sulinggih, yaitu disucikan oleh Pendeta.
Upacara otonan lebih sederhana dari tiga bulanan, karena tujuannya mengucapkan syukur kepada Hyang Widhi atas karunia berupa panjang umur, serta mohon keselamatan dan kesejahteraan.
Atma (Hindu Bali)
- acchedya berarti tak terlukai senjata,
- adahya berarti tak terbakar oleh api,
- akledya berarti tak terkeringkan oleh angin,
Dasar Agama Hindu
- Percaya Adanya Brahman
- Percaya Adanya Atma
- Percaya Adanya Karma Phala
- Percaya Adanya Punarbhawa
- Percaya Adanya Moksa
Alam Semesta Menurut Hindu
| NO. | UNSUR | BHUWANA AGUNG | BHUWANA ALIT |
| 1. | Pertiwi | tanah | tulang dan daging |
| 2. | Apah | air hujan, danau, sungai, laut | darah, kencing, kelenjar |
| 3. | Bayu | angin | paru-paru/ rongga perut |
| 4. | Teja | matahari | suhu badan, sinar mata |
| 5. | Akasa | angkasa | rambut, kuku, urat saraf, 9 buah lubang: mata (2), hidung (2), telinga (2), mulut (1), dubur (1), kelamin (1) |
- Tubuh manusia berasal dari alam semesta, maka jika kita mencintai tubuh kita maka logis mencintai alam semesta juga.
- Tuhan (Sanghyang Widhi) menciptakan tubuh manusia dari kekuatan alam. Kekuatan-Nya itu disebut sebagai: Kandapat dan Nyama Bajang.
- Bila roh tidak lagi memerlukan tubuh (karena meninggal dunia) maka tubuh wajib dikembalikan ke alam semesta dalam keadaan suci dan mulus, melalui upacara pembakaran mayat/ ngaben (mengembalikan unsur: pertiwi, bayu, teja, akasa).
- Mengembalikan unsur ‘apah’
- Memohon kesucian sapta gangga (tujuh sungai suci di India: gangga, sindu, (sarasvati), yamuna, godavari, narmada, kaveri, sarayu.
Yajna (Yadnya)
- Dewa Rna : ketergantungan pada Tuhan yang telah menciptakan kehidupan, memelihara dan memberikan kebutuhan hidup. (dibayar dengan Dewa yajna dan Bhuta yajna).
- Rsi Rna : ketergantungan kepada Rsi yang telah memberikan pengetahuan Suci untuk membebaskan hidup ini dari kebodohan menuju kesejahteraan dan kebahagiaan hidup lahir batin. (dibayar dengan Rsi yajna).
- Pitra Rna : Ketergantungan kepada leluhur yang telah melahirkan, mengasuh dan membesarkan diri kita.(dibayar dengan Pitra yajna dan Manusa yajna).
Makna Tingkatan Dalam Upacara Mawinten
- Mawinten dengan ayaban pawintenan saraswati sederhana adalah upacara pensucian diri dengan memuja Dewi Saraswati sebagai sakti Brahma yang mencipta ilmu pengetahuan, yang melaksankannya pawintenan ini, yang baru belajar agama, pegawai kantor agama, dll.
- Mawinten dengan banten ayaban bebangkit upacara medium adalah pensucian diri dengan memuja Dewi Saraswati dan Bathara Gana yang berfungsi sebagai pelindung manusia, yang melaksankannya pawintenan ini para tukang, sangging, tukang banten, dll.
- Mawinten dengan ayaban catur upacara utama adalah pensucian diri dengan memuja para Dewa : Iswara, Brahma, Mahadewa dan Wisnu sebagai manifestasi Ida Sanghyang Widhi Wasa, yang melaksanakannya pawintenan ini para sulinggih : pemangku, dalang, pendeta, dll.
Makna Hari Raya Kuningan
- Bahan-bahan sandang
- Pangan
- Suddha jnana, atau
- Kesucian pikiran.
- Subha karma (perbuatan baik), atau
- Asubha karma (perbuatan buruk). Jadi, hanya karma diri sendirilah sebagai bekal utama untuk menuntun menuju perjalanan selanjutnya.
- Endongan (simbol kebijaksanaan, etika dan peraturan dalam satu wadah) sebagai persembahan kepada Hyang Widhi.
- Tamiang sebagai simbol penolak malabahaya.
- Kolem/Pidpid sebagai simbol linggih hyang Widhi, para Dewa dan leluhur kita.









